0

Pengaruh Musik dalam Pembelajaran

Posted by henny slalu b'juang on 19.23 in
Musik merupakan salah satu cara untuk merangsang pikiran untuk mendukung pembelajaran. Selain merangsang pikiran, musik juga dapat memperbaiki konsentrasi dan ingatan, meningkatkan aspek kognitif, membangun kecerdasan emosional, dll. Musik dapat menyeimbangkan otak kanan dan kiri, itu artinya music menyeimbangkan aspek intelektual dan juga aspek emosional. Siswa yang telah memperoleh pendidikan musik sejak dini, jika kelak dewasa akan menjadi manusia yang memiliki pemikiran logis, cerdas, kreatif, mampu mengambil keputusan serta memiliki empati.

Universitas-universitas di Jepang banyak yang mempunyai orkes Symphony sebagai kelanjutan dari pelajaran musik yang mereka terima di tingkat SD, SLTP dan SLTA. Begitu pun semua sekolah unggulan memasukkan mata pelajaran musik sebagai materi wajib intrakurikuler dan diperkaya dengan kegiatan ekstrakurikuler, dimana materi pelajaran musik yang diajarkan meliputi musik universal dan musik tradisional, nampaknya hasil pembelajaran siswa-siswi sekolah unggulan pun rata-rata sangat baik.

Tampak pada kurikulum (1994) yang berlaku, aspek keseimbangan belum terpenuhi. Kurikulum pendidikan formal di Indonesia hanya menekankan perkembangan intelektual semata dan tidak memperhatikan perkembangan kecerdasan emosi. Melihat alokasi waktu mata pelajaran musik setiap minggu hanya waktu 2 x 45 menit, (GBPP kurikulum mata pelajaran kesenian 1994) yang masih terbagi dengan mata pelajaran seni tari, seni rupa, dan kerajinan tangan.

Pengertian Musik dalam Pembelajaran

“Nirmala (2005) menyatakan terapi musik merupakan aplikasi unik dari musik untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang dengan membuat perubahan perilaku positif.” Dengan adanya musik membuat kita dapat berpikir dan lebih konsentrasi dalam mengerjakan sesuatu. Pengertian musik itu sendiri jika dalam pembelajaran adalah musik yang digunakan untuk mendukung proses pembelajaran. Musik disini misalnya disisipkan ketika presentasi dengan media power point atau juga pada saat seminar untuk mengkondisikan suasana. Oleh karena itu, musik memiliki kedudukan yang penting dalam mendukung kelancaran suatu pembelajaran.

Peranan Penggunaan Musik dalam Pembelajaran

“Gallahue (1998) dalam Raven (2008) mengatakan, kemampuan-kemampuan seperti kemampuan visual, auditif dan sentuhan makin dioptimalkan melalui stimulasi dengan memperdengarkan musik klasik. Ritme, melodi, dan harmoni dari musik klasik dapat merupakan stimulasi untuk meningkatkan kemampuan belajar anak.” Di sini terdapat berbagai peran dalam penggunaan internet dalam pembelajaran, diantaranya:

a. Musik sebagai Pendekatan Belajar

Penggunaan music dalam pendekatan belajar dapat di lihat dari contoh kasus kemampuan matematika dan logika ada dalam korteks otak yang berdekatan dengan kemampuan musik dengan masa pembentukan 0 – 4 tahun. Untuk itu perlu dilakukan bermain hitungan sederhana bersama anak melalui media musik dalam mengajarkan berhitung, misalnya satu piring, satu garpu, satu sendok, saat bersantap di meja makan.

b. Musik Membangun Kecerdasan Emosional

Menurut peneliti “Siegel (1999) dalam Raven (2008), mengatakan bahwa musik dapat berperan dalam proses pematangan hemisfer kanan otak, walaupun dapat berpengaruh ke hemisfer sebelah kiri, oleh karena adanya cross-over dari kanan ke kiri dan sebaliknya yang sangat kompleks dari jaras-jaras neuronal di otak”. Efek atau suasana perasaan dan emosi baik persepsi, ekspresi, maupun kesadaran pengalaman emosional, secara predominan diperantarai oleh hemisfer otak kanan. Artinya, hemisfer ini memainkan peran besar dalam proses perkembangan emosi. Kecerdasan emosional perlu dikembangkan karena hal inilah yang mendasari keterampilan seseorang di tengah masyarakat kelak, sehingga akan membuat seluruh potensi anak dapat berkembang secara lebih optimal.

c. Musik Dapat Meningkatkan Aspek Kognitif

Selain membangun aspek kecerdasan emosional, music juga mampu menumbuhkan aspek kognitif. Kognitif merupakan semua proses dan produk pikiran untuk mencapai pengetahuan yang berupa aktivitas mental seperti mengingat, mensimbolkan, mengkategorikan, memecahkan masalah, menciptakan dan berfantasi. Mengacu pada perkembangan kognitif dari Piaget (1969) dalam teori belajar yang didasari oleh perkembangan motorik, maka salah satu yang penting yang perlu distimulasi adalah keterampilan bergerak. Ketrampilan bergerak ini dapat kita temukan pada saat mendengarkan musik.

Penyusunan Kurikulum yang Ideal

Hendaknya dalam penyusunannya, kurikulum memperhatikan pokok-pokok permasalahan yang ada dalam pendidikan Indonesia. Untuk mendorong pertumbuhan, kurikulum yang disusun berdasarkan atas taraf perkembangan anak, harus dapat memberikan pengalaman pendidikan yang spesifik yaitu melalui pendidikan musik di sekolah. Hal ini sesuai dengan teori belajar kognitif yang memperhatikan pengalaman tiap-tiap peserta didik.

Secara eksplisit dalam GBHN disebut bahwa tujuan Pendidikan Nasional adalah membentuk pembangunan sehat jasmani dan rohani, memiliki pengetahuan dan keterampilan dapat mengembangkan kreatifitas dan tanggung jawab, dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya dan sesama manusia merupakan fokus kurikulum masa depan sebagaimana yang dikerangkakan yaitu Iptek Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni.

Dalam rangka membangun manusia Indonesia seutuhnya perlu ada keseimbangan antara semua aspek perkembangan manusia yaitu perkembangan intelektual, perkembangan sosial, perkembangan emosi dan perkembangan moral yang ikut menentukan keberhasilan anak. Keswara (2010:9) “Indonesia menjadi negara dengan kurikulum terpadat di dunia, sebagai perbandingan di Australia hanya memiliki enam mata pelajaran untuk sekolah setingkat SMP sedangkan Indonesia ada 16 mata pelajaran untuk SMP”. Sehingga diharapkan adanya perhatian kita untuk memperhatikan kondisi pendidikan saat ini, sehingga dapat mengambil keputusan dalam kebijakan kurikulum.

Kesimpulan

Musik merupakan salah satu cara untuk mendukung kelancaran jalannya proses pembelajaran. Pembelajaran akan terasa lebih hidup dan tidak monoton, sehingga peserta didik pun akan lebih mudah mencerna materi yang disampaikan pendidik. Musik memiliki banyak peran, diantaranya merangsang pikiran, memudahkan dalam mengingat dan menghafal, membangun kecerdasan emosional, serta membangun aspek kognitif.

Saran

Dalam pengambilan kurikulum hendaknya perlu memperhatikan fenomena pendidikan yang ada. Tidaklah asal mengambil kebijakan kurikulum, yang terkadang saat dilaksanakan dilaksanakan. Dalam rangka membangun manusia Indonesia seutuhnya perlu ada keseimbangan antara semua aspek perkembangan manusia yaitu perkembangan intelektual, perkembangan sosial, perkembangan emosi dan perkembangan moral yang ikut menentukan keberhasilan anak. Untuk itu diperlukan musik untuk mendukung kelancaran suatu pembelajaran.

Rujukan

Keswara, Ratih. 2010. “Kurikulum Lalu Lintas Diterapkan di SMP-SMA” Artikel. Jakarta: Seputar Indonesia.

Nirmala. 2005. Musik (Meningkatkan Kemampuan Kerja Otak). Diakses pada hari Kamis tanggal 2 Mei 2010 jam 18:23, http://www3.suryaniinstitute.com

Raven. 2009. Pengaruh Musik dalam Pembelajaran. Diakses pada 2 Mei 2010 jam 18:35, http://pamangsah.blogspot.com


0 Comments

Poskan Komentar

Copyright © 2009 SEMANGAT REMAJA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.